Headlinnews

Aksi Kampanye Damai, ‘Jokowi’ dan ‘Prabowo’ Boncengan

Sabtu, 15 September 2018

KerenNews.com, Jakarta – Dua orang pria tampak berboncengan menaiki sepeda ontel warna pink dengan plat bertuliskan ‘NKRI’. Mereka menarik perhatian di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Kota Medan, Sumatera Utara.

Pasalnya, kedua pria itu menggunakan topeng bergambar Joko Widodo atau Jokowi dan Prabowo Subianto. Dengan demikian, mereka menarik perhatian masyarakat dan para pengendara yang melintas.

Belakangan diketahui, kedua pria itu sedang melakukan aksi damai sambil membagi-bagikan stiker bertuliskan ‘2019 Kita Tetap Saudara’.

Baca: Kubu Prabowo Inginkan Debat Bahasa Inggris, Kubu Jokowi Tantang Pakai Bahasa Arab

Menurut koordinator aksi, Ahmadi, aksi yang dilakukan pihaknya sengaja digelar di tengah panasnya iklim menjelang Pilpres 2019. Apalagi terkait maraknya informasi yang beredar di media sosial maupun di dunia nyata tentang tanda pagar (tagar) #2019GantiPresiden dan #2019TetapJokowi seakan menyulut emosi pendukung antara dua kubu.

“Melalui aksi ini diharapkan, sekaligus mengajak masyarakat agar tetap menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Kita pengin semuanya tetap dingin,” kata Ahmadi, Kamis, 13 September 2018.

Ahmadi mengungkapkan, aksi yang mereka lakukan digagas oleh Komunitas Kuliner di Kota Medan. Selain mengajak masyarakat untuk tetap menjaga persatuan, aksi digelar sekaligus untuk mengkritik isu-isu berkembang yang berpotensi memecah belah.

“Hari ini masyarakat kita terbelah. Antara pendukung Prabowo dan Jokowi. Kita harapkan semua tetap baik, karena keduanya juga sahabat baik,” ungkapnya.

Baca: Jokowi Berpesan: Jangan Terpengaruh Trik Politikus di Pilpres

Kedua pria yang memakai topeng bergambar Jokowi dan Prabowo berhenti di salah satu warung setelah bersepeda berkeliling kawasan Jalan Jenderal Sudirman. Mereka menyempatkan diri bermain catur, dan tentunya aksi itu menjadi tontonan warga.

Seorang warga Medan, Fajar Hilman mengapresiasi aksi unik tersebut. Selain sederhana, Fajar mengakui, aksi tersebut dapat memberi dampak, seperti menyadarkan masyarakat untuk tidak terpecah belah karena pilihan yang berbeda.

“Sangat unik. Meski sangat sederhana, namun tetap berdampak. Kita sama-sama berharap, jangan sampai negara ini rusak hanya karena berbeda kepentingan politik dan pilihan,” ucapnya.

Fajar berpandangan, siapa pun nantinya yang akan terpilih dan memimpin, Indonesia harus bisa menjadi lebih baik. Menurutnya, demokrasi itu untuk menyatukan, bukan malah memecah belah.

“Mari sama-sama kita jaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia ini. Beda pilihan tetap satu juga,” Fajar menandaskan. (KRN)

Sumber: Liputan6

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terpopuler

To Top